LEBAK, TitikNOL - Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Lebak lakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi 1 DPRD Lebak, terkait pelayananan perbankan dalam transaksi keuangan di pemerintahan desa.
Ketua Apdesi Kabupaten Lebak, Usep Pahlaludin mengatakan, sistem yang dibuat oleh Bank Jabar Banten (BJB) masih kurang maksimal.
Alasannya, transaksi-transaksi yang dikeluarkan oleh BJB banyak yang terhambat.
“Nah, ini jadi persolan bagi kami, karena pada akhirnya imbasnya kepada kami, nama baik kami jadi jelek, karena sistem ini dibatasi. Sehingga kami kayak punya tunggakan kredit secara umum,†ungkap Usep, Senin (13/6/2022).
Selain itu Rekening Kas Umum Desa (RKUDES) menjadi kewenangan pemerintah desa, tetapi yang terjadi seolah-olah ada penggiringan ke BJB.
“Sementara di daerah lain juga di bebaskan, kayak di Pandeglang ke BRI, BPR. Artinya perusahan daerah juga bisa ikut berkontribusi pembangunan bagi daerahnya,†kata Usep.
Sekretaris Apdesi Lebak, Rafik Rahmat Taufik menegaskan, sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 4 Tahun 2016 tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan, setiap perusahaan atau yang melaksanakn kegiatan di wilayah Lebak wajib mengeluarkan dana CSR.
“Kita sejak beberapa tahun ke belakang dengan suka rela kita menitipkan uang ke BJB hampir Rp380 miliar ke bank BJB. Berapa trliun dana kami yang di kelola oleh Bjb, tetapi tidak ada kontribusi terhadap CSR khususnya bagi kami di Apdesi,†tegasnya. (TN3)
Cara Meluruskan Rambut Permanen Secara Alami
26 Jenis Daun Tanaman yang Berkhasiat Untuk Obat
Manfaat Bunga Korejat Sebagai Obat Tetes Mata Alami
Cara Ampuh Mengobati Asam Lambung atau Maag dengan Tepung Sagu
3 Waktu yang Dilarang Hubungan Seks Suami Istri dalam Islam
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
Podcast TITIKSIGI - Pembentukan Kabupaten Cilangkahan Layakah?
Kebaya Hadir di Ruang Modern, Ibu-Ibu Berkeliling Mall of Serang dalam Parade Pelestarian Budaya