CILEGON, TitikNOL – Banjir yang merendam SMP Negeri 6 Cilegon di lingkungan Sawah Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Selasa (21/2/2017), membuat pihak sekolah meliburkan siswa dan siswinya.
Soalnya, semua ruang kelas dipenuhi lumpur dan tidak bisa digunakan untuk aktivitas belajar mengajar.
Tidak hanya merendam ruang kelas, banjir setinggi satu meter lebih tersebut juga merendam semua ruangan yang ada, termasuk ruang perpustakaan dan guru.
Hal itu diakui Kepala SMP Negeri 6 Cilegon Nurhayati. "Mulai ruang kelas, ruang guru, perpustakaan dan termasuk ruangan saya juga terendam air banjir bercampur lumpur," jelasnya kepada wartawan.
Baca juga: Tak Hanya di Kota Serang, Ribuan Rumah di Cilegon Juga Terendam Banjir
Nurhayati mengungkapkan, hampir semua arsip penting sekolah dan buku rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Tidak hanya arsip dan buku, kata dia, komputer dan televisi yang ada di sekolah juga rusak.
Berdasarkan pantauan, para guru dibantu oleh petugas Tagana bersama-sama membersihkan ruangan yang dipenuhi lumpur pasca banjir.
"Jadi untuk sementara siswa kita liburkan dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Karena melihat kondisi seperti ini (acak-acakan) sepertinya tidak bisa dibersihkan dalam waktu satu hari," aku Nurhayati.
"Banjir yang melanda SMP Negeri 6 Cilegon ini terjadi akibat tembok pagar sekolah jebol karena tidak kuat menahan hantaman derasnya air," tutupnya. (Ardi/Rif)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
PPP Gelar Mukernas di Banten
Polisi Tetapkan Suami yang Selingkuh dengan Mertua di Serang Tersangka Perzinahan
Polisi Buru Pemilik Satu Tronton Miras Impor yang Diamankan di Pelabuhan Merak
Ini Kata Pj Gubernur Soal Mahasiswa yang Dapat Tindakan Represif di Paripurna HUT Banten ke23
Oknum Kades Pelaku Pengeroyokan Wartawan Tidak Ditahan, Kuasa Hukum Protes Polisi
Soal Izin Tempat Hiburan Malam, Walikota: Kalau Sekarang Dicabut Kurang Etis