SERANG, TitikNOL - Juru bicara Wahidin Halim (WH), Jazuli Abdilah, angkat bicara terkait insiden pesta nelayan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Senin (31/10/2016) kemarin. Jazuli mengklaim kedatangan WH bukan untuk melakukan intervensi acara dengan politisasi, melainkan sebagai warga biasa.
"Itu kan acara rutin tahunan yang digelar sama Pemda Kabupaten Tangerang. Artinya itu acara publik dan siapapun masyarakat boleh datang kesana. Jadi Pak WH mau di undang atau pun enggak diundang sama panitia, itu gak ada urusan sebenarnya, karena acaranya juga terbuka untuk umum," katanya, Selasa (01/11/2016).
Jazuli malahan menuding balik jika sikap berbau politik justru diperlihatkan panitia pesta nelayan, yang menolak kedatangan WH dalam acara tersebut.
"Malah kita jadinya menduga yang berpolitik itu orang yang menolak kedatangan Pak WH. Soalnya pas Pak WH datang kesana, gak ada masyarakat yang menolak. Jadi tidak ada itu yang namanya agenda politik yang dilakukan Pak WH disana," sambungnya.
Baca juga: Waduh! WH Datang Tak Diundang, Pesta Nelayan Teluk Naga Kacau
Ia pun telah siap, apabila ada dugaan kampanye terselubung yang dilakukan WH pada kegiatan tersebut, untuk dilaporkan langsung ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten.
"Kalau pun ada isu politik, silahkan dilaporkan ke yang berwenang. Memang kenapa acara puiblik pejabat ataupoun masyarakat lain boleh datang, Pak WH malah gak boleh datang," ucapnya. (Meghat/Quy)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Cara Meluruskan Rambut Permanen Secara Alami
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Manfaat Bunga Korejat Sebagai Obat Tetes Mata Alami
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I