TitikNOL - ‘Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga’, petuah yang mungkin cocok untuk disematkan terhadap kondisi rumah tangga Kinan dan Aris dalam film Layangan Putus.
Niat memperbaiki hubungan rumah tangga yang tidak harmonis, malah mendatangan kisruh baru yang berpotensi berujung perceraian.
Setingan tempat makan yang indah dan romintis, berubah menjadi ketegangan. Meja bundar yang hanya ada dua kursi itu jadi saksi bisu masa depan rumah tangga.
Aris kebingungan akan memberikan kursi untuk duduk kepada istrinya yakni kinan atau selingkuhannya yang bernama Lydia.
Agenda malam bersama sang istri, menjadi setengah mati karena yang datang menghampiri adalah selingkuhannya.
Aris hanya bisa tercengang lantaran kedatangan selingkuhannya itu diatur oleh Kinan yang merupakan istrinya sendiri.
Kinan ternyata sengaja mengajak suaminya dan perempuan pengganggu rumah tangganya, untuk dipertemukan saat makan malam bersama.
Kinan tahu sejak lama bahwa Aris telah berselingkuh dengan Lydia. Namun suaminya itu tidak pernah berubah meski sudah ketangkap basah.
Skema makan malam itu sengaja dibuat untuk melihat reaksi Aris dengan seribu alasannya di hadapan Kinan dan perempuan selingkuhannya.
Kalimat ‘selamat malam’ menjadi kiamat kecil bagi hubungan rahasia antara Aris dan Lydia.
Aris akan kesulitan dalam memilih teman hidupnya atau Kinan yang akan meminta cerai duluan, demi mengakhiri sakit hatinya.
Hal itu akan terjawab dengan tayangan film Layangan Putus pada episode selanjutnya. (TN3)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Banten Lama Jadi Tempat Launching Bank Banten
Tinjau Pelabuhan Merak, Komisi V DPR RI Minta 'Zero Accident'