Sabtu, 2 Mei 2026

Baru Awal Tahun, Warga Miskin di Cilegon Meningkat Capai 157.406 Jiwa

CILEGON, TitikNol - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon mencatat jumlah warga miskin pada awal 2026 terus semakin meningkat. Tercatat dari Januari hingga April 2026 total warga miskin sebanyak 157.406 jiwa. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan data di 2025 hanya 150.000 jiwa.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma membenarkan awal 2026 ini, total warga miskin di Kota Cilegon mengalami peningkatan sekitar 7.000 jiwa dibandingkan tahun 2025 yang berada di kisaran 150.000 jiwa.

Kenaikan jumlah kemiskinan ini, tidak hanya dipengaruhi oleh penurunan daya beli, melainkan dampak dari perubahan sistem pendataan yang jauh lebih mendalam dan komprehensif.

“Kenaikan jumlah warga miskin ini didasari oleh perubahan sistem pendataan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi Data Terpadu Sosio-Ekonomi Nasional (DTSN). Dalam sistem baru ini, parameter penilaian bertambah drastis dari 18 menjadi 39 indikator.

"Penilaiannya sekarang jauh lebih kompleks. Jika sebelumnya hanya melihat variabel dasar, sekarang mencakup 39 parameter, termasuk aset, kondisi ekonomi riil, hingga pengeluaran bulanan setiap keluarga. Semakin lengkap data yang terisi, maka perangkingan akan semakin akurat," kata Lia ditemui di ruang kerjanya,” Rabu (15/4/2026).

Lia menjelaskan, hasil perhitungan dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pengisian variabel yang lebih detail menyebabkan pergeseran posisi warga dalam desil kesejahteraan.

“Warga yang sebelumnya berada di desil 5 (menengah bawah), bisa saja bergeser ke kategori yang lebih rendah setelah dihitung berdasarkan poin-poin aset dan ekonomi yang lebih mendalam,” jelas Lia.

Menurutnya, dengan naiknya jumlah angka kemiskinan tentunya berdampak pada beban anggaran daerah. Salah satu poin pelimpahan sebanyak 13.000 penerima bansos Penerima Bantuan Iuran (PBI) Kesehatan yang sebelumnya dibiayai oleh Pemerintah Provinsi, kini harus ditanggung oleh APBD Kota Cilegon.

“Untuk tahun ini, Pemerintah Kota Cilegon telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 5 miliar yang akan diberikan kepada anak yatim piatu, santunan kematian dan santunan lansia,” ujarnya.

Meski data dari Januari hingga April sudah menunjukkan kenaikan, sambung Lia, angka ini diprediksi masih bisa bergerak seiring dengan kondisi ekonomi dan tingkat pengangguran di Cilegon.

"Kemiskinan adalah tanggung jawab bersama. Faktornya beragam, mulai dari pengangguran hingga kondisi ekonomi global. Dinas Sosial fokus pada bantuan sosial seperti sembako, namun penyelesaian akar masalahnya membutuhkan keterlibatan seluruh OPD dan sektor terkait," pungkasnya. (Ully)

Komentar
Tag Terkait