CILEGON, TitikNOL - Ribuan warga harus relah mengantre dan berdesak-desakan, demi mendapatkan paket sembako dan amplop yang dibagikan Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi, di Gor Asa Sport Center, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Jumat (24/6/206).
Namun ironis, pemberian santunan oleh keluarga Wali kota Cilegon kepada warga miskin tersebut, ternyata dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan cara memalsukan kupon.
Akibatnya, ratusan warga miskin tersebut banyak yang tidak kebagian sembako dan uang santunan. Setelah diselidiki, ditemukan ada 300 kupon palsu yang beredar.
Setelah diketahui beredar kupon palsu, petugas polisi yang ada di lokasi langsung menyelidiki dan berhasil mengamankan salahseorang warga bernama Sunarto (49), yang terbukti membawa kupon palsu.
Saat diinterogasi petugas, Sunarto mengaku mendapatkan kupon palsu tersebut dari seorang bernama Ridwan, salah seorang Ketua RT.
"Saya dapat tiga kupon dari Pak Ridwan. Saya tidak tahu kalau kupon itu palsu," katanya.
Sementara itu , Wali Kota Cilegon Tb Iman Ariyadi meminta pelaku yang membawa kupon palsu diproses hukum.
"Proses hukum saja. Jangan dibiarkan sepert ini," tegas Iman saat diwawancarai wartawan.
Seperti diketahui, Iman Ariyadi memberikan 2.000 paket sembako dan amplop kepada warga kurang mampu yang ada di Kota Cilegon. Pemberian santunan ini rutin dilakukan setiap tahun menjelang idul fitri. (Ardi/red)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
PPP Gelar Mukernas di Banten
Polisi Tetapkan Suami yang Selingkuh dengan Mertua di Serang Tersangka Perzinahan
Polisi Buru Pemilik Satu Tronton Miras Impor yang Diamankan di Pelabuhan Merak
Ini Kata Pj Gubernur Soal Mahasiswa yang Dapat Tindakan Represif di Paripurna HUT Banten ke23
Oknum Kades Pelaku Pengeroyokan Wartawan Tidak Ditahan, Kuasa Hukum Protes Polisi
Soal Izin Tempat Hiburan Malam, Walikota: Kalau Sekarang Dicabut Kurang Etis