Sabtu, 2 Mei 2026

Dindikbud Berhasil Tekan Angka Buta Aksara Al-Quran Serentak Lewat Serang Mengaji

SERANG, TitikNOL — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Kota Serang menggelar khotmil Quran secara serentak di seluruh satuan pendidikan pada Rabu (21 Ramadan). Kegiatan tersebut diikuti sekolah dari berbagai jenjang, mulai dari TK, SD hingga SMP, serta kantor pelayanan pendidikan di lingkungan Dindik Kota Serang.


Kepala Dindik Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan khotmil Quran dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan nilai keagamaan di lingkungan pendidikan selama bulan Ramadan.


Ia menjelaskan, Al-Qur’an memiliki peran penting sebagai pedoman dalam kehidupan, termasuk dalam proses pendidikan di sekolah. Karena itu, satuan pendidikan didorong menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan dalam pembentukan karakter peserta didik.


“Kita melaksanakan khotmil Quran di seluruh satuan pendidikan di Kota Serang, mulai dari TK, SD hingga SMP. Kegiatan ini juga diikuti kantor pelayanan pendidikan di Dindik maupun UPT,” kata Ahmad Nuri.


Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan program Kota Serang Mengaji yang telah diluncurkan pemerintah daerah. Program ini menargetkan seluruh siswa mampu membaca Al-Qur’an saat lulus dari jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama.


Menurut Ahmad Nuri, siswa kelas 6 SD diharapkan sudah mampu membaca Al-Qur’an saat menyelesaikan pendidikan. Hal yang sama juga ditargetkan kepada siswa kelas 9 SMP.


Ia menyebutkan, sejak gerakan Kota Serang Mengaji berjalan, jumlah siswa SMP yang belum bisa membaca Al-Qur’an terus berkurang. Dari sekitar 1.800 siswa pada awal program, kini tersisa sekitar 330 siswa kelas 9 yang masih dalam pendampingan.


“Awalnya sekitar 1.800 siswa yang belum bisa membaca Al-Qur’an. Sekarang tinggal sekitar 330 siswa di beberapa SMP. Kita terus lakukan pembinaan agar target selesai pada Juli nanti,” ujarnya.


Untuk mengejar target tersebut, Dindik mengaktifkan peran guru agama di sekolah serta melibatkan relawan Qur’ani yang ditugaskan mendampingi siswa. Pembelajaran tambahan juga diberikan setelah kegiatan belajar mengajar selesai.


Pendampingan tersebut difokuskan kepada siswa yang masih membutuhkan bimbingan agar kemampuan membaca Al-Qur’an dapat tercapai sebelum kelulusan.


Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, kemanusiaan, dan kebersamaan di lingkungan pendidikan.


Menurut Ahmad Nuri, pendidikan berbasis nilai agama penting untuk memperkuat karakter peserta didik, terlebih Kota Serang dikenal sebagai kota santri.


“Minimal lulusan sekolah di Kota Serang bisa membaca Al-Qur’an. Ketika mereka mendapatkan ilmu pengetahuan yang lain, tetap memiliki dasar nilai agama,” katanya.


Ia menambahkan, kegiatan khotmil Quran diikuti ratusan peserta secara daring maupun luring. Seluruh SMP di Kota Serang serta ratusan SD negeri dan swasta turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.


Data Dindik mencatat sebanyak 29 SMPN, 27 SMP Swasta serta 221 SD dan 70 SD Swasata di Kota Serang mengikuti kegiatan khotmil Quran secara serentak tersebut. Program ini juga diharapkan menjadi bagian dari peningkatan mutu pendidikan berbasis nilai keagamaan di Kota Serang.

Komentar
Tag Terkait