SERANG, TitikNOL – Anggota DPD RI Yustina, sikapi soal masih banyaknya kendaraan overload atau melebihi kepasitas yang melintas di jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Banten.
Menurutnya, jika hal ini terus dibiarkan, beberapa kalipun pemerintah membangun jalan tetap akan rusak dan tidak akan mulus. Kejadian ini wajib menjadi perhatian Pemprov Banten dalam rangka bagian dari pemeliharaan jalan dan kasus kecelakaan.
"Muatan lebih kapasitas harus menjadi perhatian dari Pemprov Banten. Berapa kalipun bangun jalan akan rusak terus, ini harus ada kerjasama," katanya saat melakukan kunjungan kerja ke Pemprov Banten, Senin (13/7/2020).
Ia menegaskan, perlu ada perhatian terkait muatan tonase yang akan melewati jalan. Jangan sampai, banyaknya lalu lalang muatan over load karena ada 'salam tempel' atau sogok terhadap petugas di jalan.
"Banyak orang nakal yang main sogok, itu buat PR bersama. Tapi kenyataannya di jalan masih ada yang bawa sampai 26 ton. Kadang ada salam tempel, nah ini yang menghancurkan nilai kita," tegasnya.
Ia menuturkan, pengawasan wajib dilakukan secara intensif. Apalagi dalam menjelang new normal, kendaraan diprediksi banyak melintas.
"Kalau selama pandemi ini abnormal, kalau new normal ini tidak berjalan terus. Saat ini pun muatan itu belum seramai normal," tuturnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Tri Nurtopo, mengakui masih banyak mobil bermuatan overload di lintasan jalan.
Ia beralasan, banyak sopir yang bandel dalam kapasitas muatan, lantaran petugas Dishub tidak kuat berdiri saat melakukan razia.
"Iya memang (masih banyak mobil yang over load), saya akui kalau itu. Kalau kami operasi nggak ada kuat. Kekuatan orang berdiri menstop nggak kuat, itu baru fisik," dalihnya.
Ditambah, kata dia, saat masa pandemi virus Corona Dishub sudah tidak melakukan pengawasan terhadap muatan overload. Maka, wajar jika masih banyak ditemukan mobil membawa barang melebihi kapasitas.
"Kami coba kekuatan selama covid tidak ada turun. Nanti kami turun lagi dengan segala resiko," tukasnya. (Son/TN1)
Caleg NasDem Wibowo Kritisi Pemkot Serang Soal Penangan Miskin Ekstrem
Isi Jabatan Kosong, Gubernur Banten akan Segera Lakukan Rotasi Mutasi
Manfaatkan Kebijakan Pengapusan Denda Pajak, Warga Lunasi Pajak yang Nunggak 7 Bulan
BPKAD Sebut Pinjaman Daerah Tahap II Senilai Rp4,1 T Tidak Perlu Agreement
Kapolres Serang Resmikan Aula Sarja Aria Rancana dan Gedung Bhayangkari Cabang Serang
Cerita Pilu Korban Tewas KM Orange, Keluarga Minta Kampus IPB Tanggungjawab
Dikalahkan Manchester City, Emery Tak Mau Kritik Pemain Arsenal
Polres Cilegon Imbau Kepada Masyarakat di Anyer Agar Tetap Tenang dan Jangan Panik
Penuh Makna, Seba Baduy 2023 Bicara Tentang Tenggang Rasa Beragama dan Nasionalosme
Kades Mekar Rahayu Tutup Informasi ke Luar Kaitan Pembangunan Kandang Ayam