LEBAK, TitikNOL – Anggaran Rp3.5 juta per orang kades yang digunakan oleh para kepala desa (Kades) untuk membiayai studi banding ke Bandung, Jawa Barat, dinilai oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemkab Lebak Rusito, terlalu mewah.
Rusito pun kembali menegaskan, jika dirinya tidak pernah mendukung adanya kegiatan studi banding para kades itu, karena pihaknya tidak pernah menganggarkan biaya pelatihan di APBDes 2017.
"Di APBDes 2017 tidak ada anggaran studi banding, biaya paket pelatihan itu hanya Rp1 juta, enggak ada itu biaya sampai Rp3,5 juta. Kalau sampai Rp3,5 juta sudah terlalu mewah itu," ujar Rusito.
Baca juga: Disebut Bandel, Kades Peserta Studi Banding Kesal
Menanggapi adanya kabar bahwa sebagian kades peserta studi banding dan diklat BUMDes ke Bandung disebut ada yang menggunakan anggaran pelatihan pada APBDes tahun 2016, kata Rusito itu mengada-ada.
"Ngarang, enggak ngerti mereka itu mekanisme pemerintahan desa. Anggaran 2016 itu sudah tidak ada," tukasnya.
Rusito pun mengaku sudah meminta para kades dapat membuktikan kepada pihaknya bahwa mereka tidak menggunakan dana ADD tahun 2017 untuk kegiatan studi banding.
"Saya sudah minta mereka untuk membuktikan bahwa tidak menggunakan dana APBDes, mereka siap katanya dan jawabannya akan segera disampaikan. Mereka akan membuat pernyataan tertulis dari bendahara dan kaur umum desa," tuturnya. (Gun/red)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
26 Jenis Daun Tanaman yang Berkhasiat Untuk Obat
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Cara Meluruskan Rambut Permanen Secara Alami
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil