SERANG, TitikNOL - Organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Banten diminta untuk genjot pendapatan asli daerah (PAD). Hal tersebut, agar Pemprov Banten tidak hanya bergantung pada pajak kendaraan bermotor (PKB).
"Dinas Penghasil dari potensi PAD-nya harus ditingkatkan, selain PKB. Ini memang butuh penguatan-penguatan dari sisi regulasi, agar bagaimana SKPD penghasil tidak sebatas membuat rencana kerja (anggaran), tetapi juga bagaimana berinovasi secara progresif yang sifatnya meningkatkan PAD," ungkap Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah, kepada wartawan, Rabu (15/3/2017).
Menurutnya, pendapatan daerah di Banten sangat potensial. Namun, hingga saat ini belum tergali optimal. Jika pendapatan daerah betul-betul digali, kata Asep, APBD Banten bisa lebih besar dari Rp10 miliar.
"Kalau digali maksimal, APBD mungkin lebih dari Rp10 triliun. Tapi ini memang butuh kerja keras dan goodwill khususnya bagi kepala dinas terkait," tegasnya.
Diketahui, ada dinas OPD penghasil di Pemprov, yaitu Dinas Kesehatan, BPSDM, Dinas PUPR, DKP, Dinas Pertanian, Badan Penghubung, Dinas Perhubungan, dan Disnakertrans. Berdasarkan data Dinas Pendapatan Daerah, dari delapan OPD tersebut target penerimaan restribusi hanya Rp12 miliar. Nilai tersebut sangat jauh dari target pajak kendaraan bermotor yang mencapai triliunan. (Kuk/Rif)
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
Polisi Tetapkan Suami yang Selingkuh dengan Mertua di Serang Tersangka Perzinahan
Polisi Buru Pemilik Satu Tronton Miras Impor yang Diamankan di Pelabuhan Merak