SERANG, TitikNOL - Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten resmi dilauching pada 4 Oktober 2016, bertepatan dengan HUT ke-16 Provinsi Banten. Lalu, apakah saham Pemprov Banten di Bank Jabar Banten (BJB) akan ditarik ?
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten, Hudaya Latuconsina, hal tersebut bergantung pada kebijakan Gubernur Banten Rano Karno. Diketahui, selama ini Bjb sebagai bank yang mengelola kas daerah Pemprov Banten.
"Sementara ini tidak ditarik, kalau menurut saya itu tidak usah ditarik. Akan tetapi, itu tergantung gubernur, kebijakan ada di beliau," ungkap Hudaya, ditemui di KP3B, Kota Serang, Jumat (7/10/2016).
Menurutnya, ada beberapa pertimbangan sebelum memutuskan untuk menarik tidaknya saham pemprov di Bjb. Pertama, dari nilai saham pemprov sebesar Rp 150 miliar, deviden (pembagian laba kepada pemegang saham) yang didapat pemprov setiap tahunnya mencapai Rp 35-40 miliar. Kedua, menjaga hubungan baik antara pemprov dengan Bjb yang selama ini bekerja sama dalam hal pengelolaan kas daerah.
"Saham pemprov di bjb itu Rp 150 miliar. Itu dapat dari devidennya besar, yang kemudian masuk ke kas daerah menjadi pendapatan. Itu kata Pak Nandy (Kadis DPPKD) sampai Rp 35 sampai 40 miliar. Pertimbangannya tentu bukan hanya ini, tetapi hubungan baik juga harus dijaga," tukasnya. (Kuk/quy)
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
Polisi Tetapkan Suami yang Selingkuh dengan Mertua di Serang Tersangka Perzinahan
Polisi Buru Pemilik Satu Tronton Miras Impor yang Diamankan di Pelabuhan Merak