JAKARTA, TitikNOL - Presiden Joko Widodo akan meningkatkan alokasi anggaran untuk TNI mencapai Rp 250 triliun.
"Anggaran TNI pada tahun sebelumnya 0,89 persen dari PDB. Sekarang paling tidak 1,1 persen, kalau ekonomi naik di atas 6 persen, anggaran akan mencapai 1,5 persen atau Rp 250 triliun." kata Presiden saat membuka rapat terbatas mengenai Penguatan TNI di Kantor Presiden, Selasa (22/2/2016)
Jokowi memerintahkan seluruh menteri mulai menyiapkan peningkatan anggaran untuk TNI. Selain itu, Presiden mengingatkan harus ada perencanaan yang rinci dan matang dalam penggunaan anggaran TNI. "Anggaran harus tepat guna dan terdesain dari awal," ujarnya.
Untuk itu, perencanaan yang matang diperlukan karena menjadi awal pembangunan strategi kekuatan nasional.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan pemerintah menilai pentingnya melakukan penguatan TNI, termasuk alat utama sistem persenjataan (Alutsista).
"Sekarang ketahanan dan pertahanan menjadi sangat penting. Maka postur penguatan TNI menjadi materi bahasan khusus Presiden," katanya.
Pramono mengatakan Presiden ingin mengidentifikasi seberapa besar kekuatan yang dimiliki TNI untuk menjaga keamanan negara. Dalam era global, kata Pramono, Presiden memandang kekuatan TNI mencerminkan kekuatan sebuah negara.
"Dalam konteks itulah diperlukan TNI dan alutsista yang kuat serta prajurit yang siap tempur," katanya. (Red)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
PPP Gelar Mukernas di Banten
Pola Hidup Sehat Ala Atlet
Penyebab Telinga Sakit saat Mengunyah
Sebarkan Malware, Google Hapus Aplikasi Ini di Google Play Store
Arief Rivai Madawi Ditunjuk Sebagai Dirut PT PCM
Khasiat Luar Biasa Air Putih Campuran Lemon dan Madu