SERANG, TitikNOL - Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri, kunjungi Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang, Senin (2/4/2018).
Dalam kunjungannya, Menaker menyerahkan sertifikat uji kompetensi pelatihan gelombang pertama dan teknisi ahli kepada delapan peserta.
Pada kesempatan ini, Menaker mengatakan ada peningkatan dari tahun lalu untuk produksi tenaga kerja.
”Dari 900 menjadi 3.800 di tahun 2018, ini merupakan hasil dari program berorientasi repitalisasi BLK sehingga produksinya bisa naik,” kata Menaker.
Maka itu lanjut Menaker, kementerian tenaga kerja pun terus memberikan pelatihan kepada BBPLK di bawah naungan kementerian tenaga kerja maupun BBLKI di bawah naungan pemerintah kabupaten/kota hingga swasta.
“Kita terus berikan pelatihan baik dibawah naungan kita, maupun kabupaten/kota dan swasta untuk peningkatan para peserta pelatihan,” lanjutnya.
Menaker pun mengklaim, jika hasil dari pelatihan di BBPLK lebih efektif, salah satunya program teknisi dalam dua tahun ini 100 persen terserap.
”Bahkan saat ini para peserta dalam masa pelatihan, namun sudah dipesan oleh perusahaan perusahaan industri,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Menaker pun mengklaim tingkat diterimanya para calon pekerja jebolan BBPLK 95 persen dapat diterima diperusahan perusahan industry.
”95 persen keberterimaannya, maka itu saat ini kita membuka secara umum kepada masyarakat yang ingin daftar di BBPLK, tidak lagi melihat latar belakang pendidikannya,” tukasnya. (Gat/TN1)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Banten Lama Jadi Tempat Launching Bank Banten
Tinjau Pelabuhan Merak, Komisi V DPR RI Minta 'Zero Accident'