LEBAK, TitikNOL - Aat Suangsih, Kepala desa (Kades) Lebak Parahiang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, menyampaikan permintaan maaf atas kekeliruannya yang dinilai melecahkan profesi wartawan.
"Secara pribadi saya minta maaf, saya hilaf dan tidak bermaksud menyampaikan perkataan yang menyinggung, bahkan melecehkan profesi wartawan. Maksud saya baik kok, ingin memberikan masukan atas adannya oknum wartawan yang tidak menjalankan kerjanya secara profesional," ujar Aat Suangsih, Sabtu (29/7/2017).
Menurutnya, selama dirinya menjadi kepala desa, dirinya memiliki hubungan baik dan tidak ada masalah dengan para wartawan yang bertugas di kabupaten Lebak, baik secara pribadi maupun kelembagaan di pemerintahan desa.
Kata Aat, keberadaan media atau rekan wartawan sangat membantu dalam kemajuan pembangunan daerah, utamanya di desa.
"Pada dasarnya saya sangat berterima kasih pada rekan wartawan yang telah melaksanakan tugas dan fungsi melakukan kontrol sosial. Saya tidak alergi kritik justru saya senang di kritik, karena itu juga demi kebaikan saya untuk menjalankan tugas kedepan lebih baik," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kades Parahiang Aat Suangsih, melontarkan perkataan yang dinilai melecehkan profesi wartawan.
Hal itu dilakukan, pasca ramai diberitakan soal kegiatan studi banding 30 kepala desa di Lebak ke Bandung, yang ditengarai menggunakan dana ADD.
Aat sendiri merupakan salah satu kepala desa yang menjadi peserta kegiatan tersebut. (Gun/red)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Cara Meluruskan Rambut Permanen Secara Alami
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten