CILEGON, TitikNol - Seorang pelajar di Kota Cilegon diduga mengalami pelecehan seksual oleh salah satu karyawan salah satu hitel di Kota Cilegon. Korban mengalami pelecehan seksual ini sejak Febuari 2026 silam.
Korban berinisial S (16) mengatakan jika dirinya mengalami pelecehan seksual ini sejak Febuari 2026 silam saat dirinya menjalani PKL (Praktek Kerja Lapangan) di hotel tersebut. Pelaku diduga merupakan karyawan bagian Food and Beverage (FNB) Service berinisial A.
Korban menjelaskan, bentuk pelecehan yang dialaminya berupa komentar verbal bernuansa seksual yang terus dilontarkan pelaku, bahkan di depan rekan kerja lainnya.
“Dia setiap ketemu saya selalu mengomentari fisik saya, terutama bagian tubuh sensitif, bahkan di depan teman-teman,” katanya,” Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, selain mengalami pelelehan seksual, pelaku juga sering memegang tangan korban saat situasi sedang sepi.
"Setelah itu dia juga sering memegang tangan saya kalau lagi ada kesempatan gak ada orang dia megang-megang tangan saya dia mulaim erabat tangan saya," lanjutnya.
Merasa terganggu, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada atasan, yakni kepala chef di tempatnya bekerja.
"Setelah itu Saya laporin karena sudah telanjur risi, pas ada meeting anak PKL saya laporin ke Chef J kepala chef yang ada di Green Hotel, Saya sudah melaporkannya," terangnya.
Namun, laporan tersebut diduga tidak ditindaklanjuti secara maksimal karena perilaku pelaku disebut tidak berubah.
Seiring berjalannya waktu, korban mengaku semakin merasa takut dan tertekan. Ia bahkan merasa lingkungan sosialnya berubah akibat kejadian tersebut.
Peristiwa lain yang memperparah kondisi korban terjadi saat bulan Ramadan. Korban mengaku kembali mendapatkan perlakuan tidak pantas dari karyawan lain berinisial F.
Saat itu, pelaku disebut menyodorkan alat kontrasepsi kepada korban di depan rekan-rekannya.
"Datang ke tempat anak-anak PKL di situ lagi pada mengelap mengelap perlalatan makan
dia menyodorkan kondom ke saya dari banyaknya teman-teman saya yang disodorin
hanya saya," tambahnya.
Meski sempat menghindar dan menolak, korban menyebut pelaku tetap memaksa hingga mengikuti dirinya ke dalam ruangan kerja.
“Saya ngerasa takut dan risih karena karena perilaku teman-teman saya juga berubah dan setiap ketemu orangnya, Saya ngerasa takut dan malu,” pungkasnya. (Ully)
Sukses Pertahankan Puncak Klasemen, Marquez Pastikan Gelar Juara Dunia MotoGP 2017
Kesejahteraan Kepsek-Guru SMA/SMK dan Skh Negeri di Banten Jadi Prioritas Pemprov Banten
Cerita Cintanya dengan Prilly Latuconsina Viral, Kiki Eks CJR Beri Penjelasan ke Pacar
Orangtua Siswa di Kabupaten Lebak Ungkap Kejanggalan PPDB Banten 2018
Jumlah Kematian 3 Orang Perhari, Kota Cilegon Masuk Zona Merah Ketiga Kalinya
Tersingkir dari Balapan MotoGP Jerez, Dovizioso Salahkan Lorenzo dan Pedrosa
Politisi Partai Demokrat Bantah Kenaikan Harga Daging karena Pemerintahan SBY
Sebut Aktivitas Pasir Emas di Lebak Tidak Ganggu Warga, WH Singgung Nama Jayabaya