JAKARTA, TitikNOL - Wakil Ketua Komisi IV DPR, Herman Khaeron, mengatakan bahwa kenaikan harga daging sapi pada bulan Ramadan kali ini bukan karena warisan pemerintah sebelumnya yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Pasalnya, harga daging sapi sejak tahun lalu sudah mengalami fluktuasi naik diatas harga wajar, sehingga pernah terjadi mogok para pedagang sapi.
“Sangat salah jika ada yang menyalahkan bahwa ini warisan pemerintah sebelumnya, karena di pemerintahan SBY untuk pencapaian swasembada lima komoditas pangan pokok, beras, jagung, kedelai, daging sapi dan gula tertata dengan baik,” kata Herman saat dihubungi, Jakarta, Senin (13/6/2016).
Politikus Demokrat ini pun mengungkapkan, kalau pemerintahan sekarang hanya fokus pada bidang pangan seperti padi, jagung dan kedelai. Sehingga, pencapaian swasembada daging sapi rencana strategisnya tidak jelas.
“Justru kini impor daging sapi beku terbuka bebas. Namun, ironisnya justru harga tidak stabil dan relatif stabil pada harga yang tinggi,” ujarnya. (Bara/rif)
Tekan Angka Pengangguran, Pemda Diminta Fasilitasi Lulusan SMK dengan Perusahaan
Roby Geisha Divonis 6 Bulan Rehabilitasi Terkait Kasus Narkoba
Tiga Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final Badminton Asia Championships 2019
Polisi Tetapkan Suami yang Selingkuh dengan Mertua di Serang Tersangka Perzinahan
Hari ke 7 PPKM Darurat, 10 Kendaraan di Putarbalikan di Pos Penyekatan Gerbang Tol Serang Timur
Prediksi Liga Europa Arsenal vs AC Milan yang Akan Berlaga 16 Maret 2018
Polisi Buru Pemilik Satu Tronton Miras Impor yang Diamankan di Pelabuhan Merak
Jelang Ramadan, Pedagang Kembang untuk Ziarah Kebanjiran Pembeli