Minggu, 3 Mei 2026

Refleksi Hari Kartini ke-147, Raras Dorong Perempuan di Kota Cilegon Lebih Kreatif dan Berdaya Saing

CILEGON, TitikNol – Momentum Hari Kartini, pada Selasa (21/4/2026), adalah spirit dalam merefleksikan dan juga mengimplementasikan semangat perjuangan R.A. Kartini.

Istri Wakil Walikota Cilegon sekaligus Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cilegon, Nur Kusuma Ngarasati atau yang akrab disapa Raras, ingin mengajak perempuan di Kota Cilegon untuk lebih kreatif dan lebih berdaya saing di lingkungannya sendiri.

Raras mengatakan, di era modern saat ini, tentunya seorang perempuan harus bisa berdaya saing. Tidak hanya soal pencapaian karier, namun juga berkaitan dengan kualitas hidup dan kemampuan untuk memberikan dampak positif bagi orang lain.

“Di era sekarang, saya memaknai Hari Kartini lebih ke arah pemberdayaan perempuan, apalagi di tengah digitalisasi dan percepatan zaman. Pertanyaannya adalah apakah perempuan sudah berdaya? Berdaya itu dilihat dari apakah perempuan sudah bahagia dengan dirinya sendiri, apakah bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya, dan apakah bisa berkreasi dalam kehidupan sehari-hari,” kata Raras ditemui di Aula DPRD Kota Cilegon,” Selasa (21/4/2026).

Lebih lanjut, Raras menekankan bahwa semangat Kartini harus relevan dengan kehidupan masa kini. Setiap perempuan, tanpa memandang latar belakangnya, sejatinya adalah Kartini masa kini. Pahlawan tidak harus selalu identik dengan perjuangan besar, namun bisa diwujudkan melalui kemampuan perempuan dalam menyeimbangkan peran bagi dirinya sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

“Menurut saya, memaknai Kartini seperti itu. Karena sejatinya semua perempuan adalah Kartini, pahlawan di masa kini,” tambah Raras.

Mengenai kondisi di wilayah Kota Cilegon, sambungnya, menilai bahwa pemberdayaan perempuan di kota tersebut sudah berjalan cukup sesuai dengan harapan.

Raras menyadari bahwa tantangan di tingkat nasional masih cukup besar, mengingat masih ada berbagai daerah di Indonesia yang memerlukan dorongan lebih untuk mencapai kesetaraan dan pemberdayaan yang optimal.

“Kalau di Cilegon, saya melihat sudah cukup sesuai dengan harapan. Sementara di Indonesia mungkin masih ada beberapa daerah yang belum. Ini yang harus terus kita dorong, bagaimana kita bisa menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Ully)

Komentar
Tag Terkait