Minggu, 3 Mei 2026

Setahun Berjalan, Koperasi Merah Putih Kedaleman Balik Modal Puluhan Juta dalam 1 Tahun


CILEGON, TitikNol - Ketua Koperasi Merah Putih Kedaleman, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Rachimin menyebut dalam 1 tahun, KMP Kedaleman mampu meraup modal besar hingga Rp 30 juta dari penyediaan kebutuhan pokok untuk masyarakat melalui gerai sembako.

Keuntungan KMP Kedaleman meraup modal yang tinggi ini, hasil kerja keras dari para anggota yang dalam membantu pemerintah dalam menstabilitas harga pangan

“Awalnya, gerai sembako ini hanya menyediakan tiga komoditas utama, yaitu beras, minyak goreng, dan gas elpiji. Seiring tingginya permintaan, pengurus mulai menambah varian produk seperti mi instan, tepung terigu, dan bahan pokok lainnya,” kata Ketua KMP Kedaleman, Rachimin usai RAT di Aula Rapat Kelurahan Kedaleman,” Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, awal mendirikan KMP Kedaleman sebesar Rp 10 juta. Berjalannya waktu, koperasi ini pun mampu menembus modal hingga Rp 30 juta. Pertumbuhan ini didukung oleh pinjaman permodalan dari BPRS sebesar Rp 10 juta yang saat ini sudah mulai dicicil pengembaliannya.

“Alhamdulillah, selama satu tahun berjalan koperasi kami sudah menunjukkan hasil signifikan. Semua bisa berjalan karena kekompakan pengurus yang rutin melakukan rapat dan saling memberi masukan,” ujarnya.

Kata Rachimin, produk yang paling banyak diserbu oleh masyarakat saat ini, berupa penyediaan minyak goreng dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dari Bulog. Yang mana, minyak goreng hanya dijual sekitar Rp 15.700 per liter.

Terkait aspirasi anggota yang menginginkan adanya layanan pinjaman uang, pihak pengurus menegaskan masih berhati-hati. Sesuai arahan dinas terkait, koperasi diminta tidak terburu-buru membuka layanan pinjaman guna menghindari risiko kredit macet yang dapat mengguncang stabilitas kas.

“Untuk saat ini kami belum berani menjalankan layanan pinjaman karena masih tahap penguatan usaha sembako. Risikonya besar jika pengembalian tidak lancar. Ke depan, jika ada (pinjaman), akan kami sesuaikan dengan nilai simpanan anggota, misalnya maksimal 50 persen dari total simpanan,” tambahnya.

Langkah ini diambil agar koperasi tetap sehat secara finansial sembari menunggu arahan teknis lebih lanjut dari dinas terkait untuk pengembangan usaha di masa depan. (Ully)

Komentar
Tag Terkait