TitikNOL - Hari ini 71 tahun yang lalu, tepatnya 24 Oktober 1945. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau dalam bahasa Inggris United Nations (UN) telah resmi berdiri. PBB adalah organisasi internasional yang didirikan untuk mendorong kerjasama internasional.
Badan ini merupakan pengganti Liga Bangsa-Bangsa dan didirikan setelah Perang Dunia II untuk mencegah terjadinya konflik serupa. Pada saat didirikan, PBB memiliki 51 negara anggota; saat ini terdapat 193 anggota. Selain negara anggota, beberapa organisasi internasional, dan organisasi antar-negara mendapat tempat sebagai pengamat permanen yang mempunyai kantor di Markas Besar PBB, dan ada juga yang hanya berstatus sebagai pengamat.
Palestina dan Vatikan adalah negara bukan anggota (non-member states) dan termasuk pengamat permanen (Tahta Suci mempunyai wakil permanen di PBB, sedangkan Palestina mempunyai kantor permanen di PBB). Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa terletak di Manhattan, New York City, dan memiliki hak ekstrateritorialitas, kantor utama lain terletak di Jenewa, Nairobi, dan Wina.
Organisasi ini didanai dari sumbangan yang ditaksir, dan sukarela dari negara-negara anggotanya. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga perdamaian, dan keamanan dunia, memajukan, dan mendorong penghormatan hak asasi manusia, membina pembangunan ekonomi, dan sosial, melindungi lingkungan, dan menyediakan bantuan kemanusiaan apabila terjadi kelaparan, bencana alam, dan konflik bersenjata. PBB memiliki enam bahasa resmi, yaitu Arab, Tionghoa, Inggris, Perancis, Rusia, dan Spanyol. (Red)
Berkat Restorative Justice, Pencuri Buah di Walantaka Bebas dari Penjara
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika akan Menyimpan Makanan di Kulkas
Manfaat Sayur Asem untuk Kesehatan Tubuh
Dampak Corona, UIN Banten Rencanakan Pelaksanaan Wisuda Digelar Online
Penyidik Mulai Incar Penyebar Hasil Survei Hoax LSI
10.000 Warga Kota Serang Belum Miliki KTP
Dugaan Monopoli Dana BUMDes oleh Kades Suwakan Merebak
Dituding Lakukan Pencemaran Lingkungan, PT Dover Chemical Didemo Warga
Flakka, Jenis Narkoba yang Efeknya Paling Berbahaya