SERANG TitikNOL - Alam Jagad, seorang bocah berusia 7 tahun warga Komplek Bumi Ciruas Permai, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, tewas tersengat listrik saat asyik bermain di fasilitas umum.
Sebelum terjadi musibah, korban yang baru masuk Sekolah Dasar (SD) itu hendak bermain bersama 3 temannya di taman yang berada tak jauh dari rumahnya. Bersamaan dengan itu, kondisi di lokasi juga sedang turun hujan.
Selang beberapa menit, warga mendengar teriakan dari anak-anak dan segera mendatangi lokasi. Setiba di lokasi, warga melihat korban sudah tercebur di selokan dalam posisi tubuh terlentang dengan posisi kepala terendam di dalam air. Sedangkan, telapak kaki kanan korban menyentuh besi dari tiang listrik.
Pada saat korban akan dievakuasi, warga merasakan ada aliran listrik pada tubuh korban. Untuk memutuskan aliran listrik, warga menggunakan bambu untuk mengangkat tubuh korban. Setelah berhasil, warga membawa korban ke Puskesmas Ciruas untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, korban dinyatakan tidak dapat diselamatkan.
Ayah korban, Hasan Muniri mengungkapkan, peristiwa warga yang tersengat listrik di gardu itu bukanlah kejadian yang pertama kalinya. Sejak tahun 2011, tak kurang dari 5 hingga 10 orang sudah tersengat.
"6 bulan lalu juga ada yang tersengat. Kita sudah meminta ke petugas PLN untuk memasang pagar, tapi tidak pernah digubris. Hingga akhirnya anak saya yang jadi korban," kata Hasan kepada wartawan di rumah duka, Selasa (17/11/2020).
Sementara itu, Kapolsek Ciruas Kompol Sukirno membenarkan adanya peristiwa itu. Kejadian nahas itu pada tanggal 16 Nopember 2020. Pihaknya mengaku masih melakukan penyelidikan atas insiden tragis itu.
"Kita akan lakukan penyelidikan. Apakah murni kecelakaan atau ada pihak yang lalai. Kita selidiki dulu, secepatnya kita proses," terangnya.
Dari hasil olah TKP, sumber bocornya aliran listrik berasal dari tiang PJU. Karena terdapat NCB terbakar hingga terkelupas ujung kabel menempel pada tiang listrik penopang gardu listrik.
"Kita duga ada aliran listrik dari kabel atas," ujarnya. (Hr/TN1)
2.000 Personel Dikerahkan Sambut Habib Rizieq di Bandara Soetta
Jelang Natal dan Tahun Baru, Polairud Banten Fokuskan Pengamanan Kawasan Wisata
Erupsi Gunung Semeru, 13 Meninggal, Dua Ibu Hamil Luka-luka, Puluhan Alami Luka Bakar
Ingin Dimanjakan saat Naik Kapal di Pelabuhan Merak, Naiklah KMP Dharma Rucitra 1
Protes Kompensasi Belum Turun, Warga Buang Sampah di Depan Kantor Kecamatan Taktakan
Pastikan Ketersediaan Pangan Terjaga, Mak Ganjar Ajak Warga Banten Budi Daya Tanaman Sayur
Rayakan Gibran Rakabuming Raka Bisa Nyapres, Pemuda di Banten Gelar Syukuran Bersama Anak Yatim