LEBAK, TitikNOL - AKP Tatang Warsita, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bayah, Polres Lebak, membantah adanya informasi keberadaan puluhan unit sepeda motor diduga bodong di PT. Sinoma Engeenering Indonesia, Main Kontraktor pabrik Semen Merah Putih di Kecamatan Bayah.
Kapolsek malah mempersilahkan kepada wartawan untuk melakukan pengecekan langsung ke perusahaan tersebut.
"Hoax, silahkan langsung ke Sinoma. Pihak Polsek tidak memfitnah, ada aturannya di Undang - undang, demikian bang," tegas Tatang singkat, kemarin.
Baca juga: PT. Sinoma di Bayah Ditengarai Gunakan Puluhan Motor Bodong
Menanggapi hal tersebut, Asep Pahrudin, seorang aktivis yang juga salah satu warga di Lebak selatan yang mengungkap soal ini kembali menegaskan, bahwa puluhan unit motor diduga bodong itu digunakan oleh para TKA yang bekerja di line dua pembangunan pabrik semen merah putih milik PT. Cemindo Gemilang.
Soal pernyataan Kapolsek Bayah yang menyebut informasi keberadaan puluhan unit motor diduga bodong itu Hoak, Asep justru balik mengajak untuk membuktikan kebenaran soal keberadaan puluhan motor tersebut di PT. Sinoma.
"Kok hoax, atuh bareng-bareng kita cek. TKA bebas menggunakan motor yang diduga tidak jelas kelengkapan surat-suratnya," imbuh Asep, Kamis (25/4/2019).
Diberitakan sebelumnya, para Tenaga Kerja Asing di PT. Sinoma, diduga menggunakan motor bodong alias tidak bersurat, untuk operasional mereka di kawasan perusahaan. (Gun/TN1)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
PPP Gelar Mukernas di Banten
Polisi Tetapkan Suami yang Selingkuh dengan Mertua di Serang Tersangka Perzinahan
Polisi Buru Pemilik Satu Tronton Miras Impor yang Diamankan di Pelabuhan Merak
Ini Kata Pj Gubernur Soal Mahasiswa yang Dapat Tindakan Represif di Paripurna HUT Banten ke23
Oknum Kades Pelaku Pengeroyokan Wartawan Tidak Ditahan, Kuasa Hukum Protes Polisi
Soal Izin Tempat Hiburan Malam, Walikota: Kalau Sekarang Dicabut Kurang Etis