CILEGON, TitikNOL - Warga Batu Lawang, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, mulai alami krisis air bersih. Untuk mendapatkan air, warga harus menempuh jarak 2 kilometer naik turun bukit.
Salah seorang warga, Yani (23) mengaku jika warga di daerahnya memang kesulitan mendapatkan air sejak 2 bulan lalu. Hal itu karena selain memasuki musim kemarau, daerah Batu Lawang memang terkenal sulit untuk mendapatkan air.
"Jadi kalau kekeringan susah air, ngambilnya dari sini (sumber air, red) di bawa ke gunung. Kadang jalan kaki yang punya motor ya pakai motor," akunya kepada wartawan, Selasa (22/8/2017).
Menurut Yani, jika sumber air yang biasa dipakai warga untuk mengambil air sudah mulai mengering, warga pun terpaksa harus turun lagi ke bawah untuk membeli air.
Sementara untuk satu jerigen air dihargai Rp500. Biasanya warga membawa dua jerigen sekaligus agar tidak naik-turun untuk mendapatkan air.
"Kalau di sini kering ya terpaksa harus ke bawah gitu ya istilahnya beli, satu jerigen itu Rp500 kalau dikuliin Rp4000 satu jerigen," jelasnya.
Diakui Saiful warga lainnya. Dia mengaku jika belum ada bantuan dari pemerintah soal kesulitan air di wilayahnya.
"Sampai saat ini belum ada, biasanya ada dari pabrik ada bantuan," ungkapnya. (Ardi/red)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
PPP Gelar Mukernas di Banten
Polisi Tetapkan Suami yang Selingkuh dengan Mertua di Serang Tersangka Perzinahan
Polisi Buru Pemilik Satu Tronton Miras Impor yang Diamankan di Pelabuhan Merak
Ini Kata Pj Gubernur Soal Mahasiswa yang Dapat Tindakan Represif di Paripurna HUT Banten ke23
Oknum Kades Pelaku Pengeroyokan Wartawan Tidak Ditahan, Kuasa Hukum Protes Polisi
Soal Izin Tempat Hiburan Malam, Walikota: Kalau Sekarang Dicabut Kurang Etis