LEBAK, TitikNOL - Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Perwakilan Rangkasbitung bersama masyarakat yang tergabung dalam Suara Element Masyarakat (Semar) melakukan aksi unjuk rasa (Unras) di halaman kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebak, Kamis (20/1/2022).
Dalam aksinya, mahasiswa dan petani menuntut DLH Lebak agar melakukan pengawasan intensif kepada pengusaha galian C. Selain itu, mass aksi meminta normalisasi akses jalan dan sawah-sawah masyarakat yang terdampak limbah galian pasir.
"Kami meminta Dinas Lingungan Hidup melakukan pengawasan secara inten terhadap pengusaha galian pasir," teriak Juanda ketua Kumala PW Rangkasbitung dalam orasinya.
Baca juga: Sawah di Cimarga Diduga Tergenang Air Limbah Pasir, Pemkab Diminta Tutup Pertambangan
Bupati Lebak diminta untuk mencopot Kadis DLH Lebak, jika tidak ada langkah konkret terhadap pengusaha nakal. Mengingat, selama ini petani yang dirugikan.
"Kalau memang Kadis DLH tidak bisa bekerja melakukan pengawasan terhadap pengusaha galian pasir yang nakal, maka kami minta Bupati Lebak untuk mencopotnya," tegasnya. (Gun/TN3)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
26 Jenis Daun Tanaman yang Berkhasiat Untuk Obat
3 Waktu yang Dilarang Hubungan Seks Suami Istri dalam Islam
Cara Ampuh Mengobati Asam Lambung atau Maag dengan Tepung Sagu
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Cara Meluruskan Rambut Permanen Secara Alami