SERANG, TitikNOL - Imbas meroketnya harga minyak goreng maupun curah mencapai Rp40 ribu per dua liternya, berdampak kepada para pedagang siomay dan batagor di Kota Serang. Bahkan, omset mereka turun drastis mencapai 30 persen.
M. Alwani salah satu pedagang siomay mengatakan, kenaikan harga sudah terjadi sejak empat bulan terakhir ini. Hingga saat ini, harga minyak belum stabil.
"Harganya mahal sudah Rp40 ribu per dua liter, kami pedagang kecil terkena imbasnya jelas, karena kebutuhan pokok untuk jualan memasak bahan bahan," kata Alwan ditemui di lapaknya di Jalan Jenderal Soedirman, Kota Serang, Senin (6/12/2021).
Alwan mengaku semenjak harga minyak goreng naik mengalami penurunan omset hingga 30 persen. Pasalnya, ia tidak mengurangi ukuran siomay dan batagaornya maupun harganya.
"Engga bisa mengurangi pembelian minyak, karena bahan utama yang penting. Harga juga susah naikinnya karena sudah pasaran satu piring Rp10 ribu. Kami rugi di omsetnya menurun," ungkapnya.
Biasanya mendapakan keuntungan 70 persen dari omset Rp500 ribu sampai Rp700 ribu rupiah perharinya, saat ini hanya 30 persen, karena untuk membeli minyak.
"Kebutuhan perhari kan empat liter untuk berdagang, sekarang harganya naik penghasilan rata ratanya tetap tentu kepotong harga minyak menurun omsetnya," tegasnya.
Ia pun berharap ada solusi dari pemerintah setempat soal meroketnya harga minyak goreng maupun curah, agar para pedagang kecil sepertinya bisa berjualan normal dan mendaparkan keuntungan seperti biasanya. (Gat/TN)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
Polisi Tetapkan Suami yang Selingkuh dengan Mertua di Serang Tersangka Perzinahan
Polisi Buru Pemilik Satu Tronton Miras Impor yang Diamankan di Pelabuhan Merak
Ini Kata Pj Gubernur Soal Mahasiswa yang Dapat Tindakan Represif di Paripurna HUT Banten ke23