SERANG, TitikNOL – Mendikbud Muhadjir Effendy yang berencana menghapus Ujian Nasional (UN) pada 2017 nanti, menuai pro kontra di kalangan pendidikan. Sejumlah kelompok ada yang menyetujui namun ada juga yang menolak.
Salah satunya yang angkat bicara yakni, Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Arip Senjaya. Ia menilai sisi positif penghapusan UN, akan terjadinya efisiensi untuk anggaran pendidikan.
“Pertama mengurangi anggaran negara. Kedua, mengurangi peluang cara penyetaraan terhadap ke Indonesiaan,” kata pria yang juga merupakan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Untirta tersebut, Senin (28/11/2016).
Tak hanya itu, Arip juga menyebutkan penghapusan UN memiliki sisi buruk, dimana hilangnya alat ukur pendidikan berskala nasional. “Kita akan kehilangan alat ukur nasional. Dan kritik terhadap pelaksanaan UN karena masih terjadi kendala dalam pemerataan pendidikan," ungkapnya.
Lanjut Arip, UN masih merupakan mimpi untuk mengukur ketercapaian nasional. Jika dibandingkan dengan kualitas pendidikan pada masa perjuangan, bangsa Indonesia lebih bisa berkembang dalam kondisi yang terbatas.
“Sebelum teknologi informasi mudah diakses, orang bergelut dengan buku. Sekarang informasi melimpah ruah, orang tidak lagi punya kekususan membaca buku. Bangsa kita belum tamat soal keaksaraan,” pungkasnya. (Meghat/Rif)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Ada Dua Berstatus ASN, Tim Pansel KASN Diragukan Kredibilitasnya
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
Usai Dapatkan Nomor Urut 11, DPD PSI Tangerang Siapkan Kaderisasi Bacaleg