TANGERANG, TitikNOL – Calon gubernur petahana Rano Karno, diingatkan oleh sejumlah tokoh masyarakat dan alim ulama di Kota Tangerang Selatan, untuk mengakhiri persoalan korupsi di Banten. Hal tersebut disampaikan, saat Rano Karno bertemu dengan para tokoh, dalam rangka HUT ke-8 Kota Tangerang Selatan, Jumat (25/22/2016) kemarin.
Zarkasih Nur, salah satu pemrakarsa berdirinya Kota Tangerang Selatan, mengingatkan agar Rano Karno untuk mengakhiri maraknya kasus korupsi di Banten, seperti yang pernah terjadi pada masa lalu.
"Banten terkenal karena korupsinya yang termasuk paling buruk di Indonesia. Saya percaya dan menaruh harapan pasangan Rano-Embay dapat mengakhiri citra buruk yang melekat di Banten,” ujar Zarkasih dalam pertemuan tersebut.
Menanggapi harapan tersebut, Rano Karno menegaskan, jika dirinya memiliki komitmen kuat dalam merubah citra Banten menjadi daerah yang bersih dari korupsi. Salah satu yang sudah dilakukannya, yakni dengan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam melakukan pengawasan kinerja SKPD di Pemprov Banten.
"Saya secara khusus telah meminta KPK berkantor di lingkungan Pemprov Banten untuk mengawasi kami. Bahkan saya meminta KPK untuk mendampingi kami menyusun perencanaan anggaran dan merumuskan RPJMD. Semua itu saya lakukan, tak lain karena kita semua ingin menjaga marwah dan kehormatan Banten. Masa lalu yang buruk, biarlah kita tutup dan menjadi pelajaran bagi kita dalam melangkah ke depan," jawabnya.
Rano yang berpasangan dengan Embay Mulya Syarief itu berulang kali menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan Banten. Rano memastikan, KPK akan tetap diundang hadir dan dilibatkan secara langsung dalam penyelenggaraan pemerintahan di Banten.
Dalam kesempatan itu, Rano Karno juga menyoroti soal peningkatan di sektor pendidikan. Ia mengatakan, pendidikan merupakan salah satu instrumen paling utama yang mampu membebaskan masyarakat dari belenggu kemiskinan struktural.
"Indikator mobilitas vertikal warga ditunjukkan salah satunya dengan meningkatnya kualitas pendidikan yang diberikan kepada masyarakat. Kuncinya: Tingkatkan kesejahteraan para guru dan fasilitasi kemauan keras para pendidik untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kualitas diri sebagai pengajar yang profesional," pungkasnya. (Gat/red)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
PPP Gelar Mukernas di Banten
Polisi Tetapkan Suami yang Selingkuh dengan Mertua di Serang Tersangka Perzinahan
Polisi Buru Pemilik Satu Tronton Miras Impor yang Diamankan di Pelabuhan Merak
Ini Kata Pj Gubernur Soal Mahasiswa yang Dapat Tindakan Represif di Paripurna HUT Banten ke23
Oknum Kades Pelaku Pengeroyokan Wartawan Tidak Ditahan, Kuasa Hukum Protes Polisi
Soal Izin Tempat Hiburan Malam, Walikota: Kalau Sekarang Dicabut Kurang Etis