TitikNOL - Chand Kelvin memiliki penggemar fanatik yang setahun belakangan sering meneror. Bahkan tak segan mengancam wanita yang dekat dengannya.
Kepada Dinar Candy, fans halu bernama Reina itu berkata kasar dan mengaku sedang hamil besar akibat hubungan dengan Chand. Saat ditanya soal kabar apa benar menghamili penggemar, Chand Kelvin langsung membantah.
"Astaghfirullahaladzim, alhamdulillah enggak (menghamili dia). Kalau kalian menganggapnya seperti itu, saya sih sampai sekarang alhamdulillah masih sibuk kuliah dan sibuk melakukan pekerjaan saya," ujar Chand Kelvin di Studio Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan, Senin (9/9).
Untuk meluruskan berita miring tersebut, Chand Kelvin pun meminta agar netizen memahami betul terkait berita bohong tersebut.
"Nah itu dia tuh. Terus di-bilangin 'Chand Kelvin menghamili fansnya dan sekarang sedang hamil besar'. Beritanya sampai di situ doang. Itu ramai beritanya," kata Chand Kelvin.
Sahabat almarhum Olga Syahputra itu menyebutkan, kabar soal diteror fans halu itu sudah terdengar keluarganya. Hal tersebut diakui merugikan dirinya.
"Di grup keluarga, grup teman-teman sekolah, kuliah, mereka nanya benar enggak. Itu kalau berita panjangnya dibaca, sebenarnya enggak gitu. Kalau beritanya dibaca segitu doang, kesannya nama gue jelek banget nih. Tapi harus dibaca secara panjang," pungkas Chand Kelvin.
Berita ini telah tayang di tabloidbintang.com, dengan judul: Ada Penggemar Mengaku Dihamili, Begini Respons Chand Kelvin
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Banten Lama Jadi Tempat Launching Bank Banten
Tinjau Pelabuhan Merak, Komisi V DPR RI Minta 'Zero Accident'