SERANG, TitikNOL - Proses kelanjutan Bank Pembangunan Daerah (Bank Banten) hingga kini belum ada kejelasan sejak penangkapan Dirut Banten Global Development (BGD) Ricky Tampinongkol dan dua anggota DPRD SM Hartono dan FL Tri Satriya Santosa. Namun, menurut Sekda Banten Ranta Soeharta, soal Bank Banten masih didiskusikan di internal Pemprov.
"Masih didiskusikan di internal," kata Ranta, Rabu (27/4/2016).
Ia tak bisa memastikan apakah Bank Banten terwujud di 2016 ini atau dilanjutkan ke periode RPJMD selanjutnya.
"Ya kita lihat saja nanti, apakah mau dilanjut ke RPJMD berikutnya," tukasnya.
Mengenai Bank Banten ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebenarnya kembali membuka peluang pemprov untuk segera memutuskan lanjut tidaknya Bank Banten. Ranta bahkan menyatakan sampai kapan pun OJK setuju Banten memiliki bank.
"Datang ke OJK itu dalam rangka percepatan akses keuangan daerah. Nah itu perlu membangun sampai desa-desa. Konsep Pak Gubernur salah satu bagiannya adalah bank. Artinya, kalau kita mau kuat sampai desa berati harus punya bank. Lalu bagaimana? Ya masuk lah Bank Banten. Tentu saja ini kan butuh proses lagi, bagaimana caranya. Ya, kemaren kecelakaan (kasus suap)," ujarnya.
Pemprov juga masih terus berkomunikasi dengan OJK terkait pembentukan bank.
"Berdiskusi bagaimana teknisnya. OJK itu setuju sampai kapanpun Banten harus punya bank. Pada hakekatnya setuju untuk percepatan akses keuangan," ujarnya. (Kuk/red)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
26 Jenis Daun Tanaman yang Berkhasiat Untuk Obat
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Cara Meluruskan Rambut Permanen Secara Alami
Cara Ampuh Mengobati Asam Lambung atau Maag dengan Tepung Sagu
3 Waktu yang Dilarang Hubungan Seks Suami Istri dalam Islam