JAKARTA, TitikNOL - Budayawan Arswendo Atmowiloto menilai, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly, terlalu mengurusi partai politik ketimbang memperhatikan permasalahan yang ada di Lembaga permasyarakatan (Lapas).
"Yasonna terlalu fokus mengurusi permasalah partai politik, permasalahan lapas ibarat usus buntu yang tidak diperhatikan, ketika sudah akut baru dilakukan operasi. Sama halnya dengan permasalahan lapas, ketika terjadi kerusuhan, barulah semua pihak memperhatikan," ujar Arswendo dalam acara diskusi dengan tema Ada Apa dengan Lapas, Jakarta, Sabtu (30/4/2016).
Lanjut Arswendo, pernyataan-pernyataan Yasonna dalam menangani permasalahan Lapas tidak menyelesaikan masalah yang substansi sehingga kejadian kerusuhan di lapas akan selalu terjadi.
"Saya heran saat Kemenkumhan ditanya wartawan soal kerusuhan Banceuy. Dia (Yasona) bilang “kalau ada sipir yang terlibat kerusuhan akan saya pecat”. Jangankan Menteri yang ngomong, nenek saya yang sudah mati juga bisa ngomong gitu," jelasnya.
Tak hanya itu, Arwendo curiga jika Yasonna tidak mengerti atau bahkan tidak perduli terhadap permasalahan yang ada di lapas. "Atau mungkin bahkan tidak keduanya," tandasnya. (Bara/red)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
26 Jenis Daun Tanaman yang Berkhasiat Untuk Obat
Manfaat Bunga Korejat Sebagai Obat Tetes Mata Alami
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Cara Ampuh Mengobati Asam Lambung atau Maag dengan Tepung Sagu
3 Waktu yang Dilarang Hubungan Seks Suami Istri dalam Islam
Mendagri Ingatkan Gubernur Banten Soal Penanganan Penyebaran Covid 19