Sabtu, 2 Mei 2026

Ini Penyebab Banjir di Kawasan Royal Baroe

Kepala DPUPR Kota Serang Iwan Sunardi saat meninjau penyebab banjir kawasan Royal.
Kepala DPUPR Kota Serang Iwan Sunardi saat meninjau penyebab banjir kawasan Royal.
SERANG, TitikNOL – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, menjelaskan genangan air yang terjadi di kawasan Royal dipicu tingginya debit limpasan dari Daerah Irigasi (DI) Cibanten saat hujan dengan intensitas tinggi.

Iwan menyebutkan, daya tampung aliran dari DI Cibanten tidak mampu menahan volume air sehingga sebagian limpasan mengarah ke wilayah cekungan, termasuk kawasan Royal dan area Kantor BPBD Kabupaten Serang.

“Debitnya memang luar biasa tinggi. Limpasannya masuk ke Royal karena wilayah ini cekungan. Sebagian juga masuk ke kantor BPBD Kabupaten yang posisinya sama-sama cekungan dan belum memiliki drainase pembuang yang ideal,” ujar Iwan di Serang.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan air tidak memiliki jalur pembuangan langsung, sehingga mengalir ke area terendah. Meski genangan hanya berlangsung sekitar 15 menit, persoalan teknis harus segera ditangani agar tidak berulang.

Dinas PUPR Kota Serang bersama BPBD Kabupaten Serang telah menyepakati solusi jangka pendek berupa pembangunan saluran pembuang langsung dari area Kantor BPBD Kabupaten menuju drainase kawasan Royal.

“Nanti kita buat satu saluran dari dalam kantor BPBD Kabupaten langsung ke drainase pembuang yang ada di Royal, kemudian dialirkan ke Benggala Mangga 2,” jelasnya.

Selain itu, beberapa titik rawan genangan di cekungan Royal juga akan dilakukan pelebaran saluran untuk meningkatkan kapasitas aliran. PUPR juga menyoroti persoalan sampah yang kerap menghambat aliran air di sejumlah titik.

“Ada saluran yang terhalang sampah. Ini akan kita antisipasi dengan petugas khusus saat hujan agar tidak terjadi penyumbatan,” kata Iwan.

Iwan menegaskan, air yang menggenangi kawasan Royal bukan berasal dari lingkungan internal BPBD, melainkan limpasan dari DI Cibanten akibat hujan deras di wilayah Taman Sari. Daya tampung di area BPBD tidak memadai karena tidak memiliki saluran pembuang langsung.

Ia juga menyinggung persoalan lanjutan pada saluran Benggala Mangga 2 yang menjadi muara aliran. Jika kapasitasnya tidak mencukupi, aliran berpotensi berbalik dan menimbulkan genangan baru.

“Kalau pembuangnya tidak mampu menyalurkan secara ideal, air bisa berbalik. Ini yang harus kita atur koneksinya,” ujarnya.

Terkait penanganan DI Cibanten, Iwan mengungkapkan normalisasi berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Koordinasi telah dilakukan dan program normalisasi sebenarnya sudah direncanakan tahun ini, namun hujan lebih dulu datang sebelum pekerjaan berjalan.
“Penanganan ini kita lakukan sesegera mungkin. Jangan sampai genangan berulang dan berdampak ke fungsi jalan maupun estetika kawasan Royal,” pungkasnya.

Komentar