SERANG, TitikNOL - Kebijakan Presiden RI soal imbauan bagi para pedagang agar menjual daging seharga Rp80 ribuan per Kilogram, ternyata tidak bila diaplikasikan di sejumlah pasar di Indonesia. Seperti di Pasar Induk Rau, Kota Serang.
Bahkan, saat Komisi IV DPR RI melakukan sidak di PIR, harga daging masih di angka Rp125 ribu.
Dikatakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, harga daging sulit untuk ditekan harga karena tingginya harga sapi dari Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
"Daging itu kalau sudah ke pedagang tidak mungkin bisa Rp80 ribu. Selama harga sapi hidup di Bangkalan masih Rp43 ribu per Kilogram. Kalau harga sapinya bisa diturunkan, pedagang bisa menjual di bawah Rp100 ribu," kata Titiek Soeharto, kepada wartawan, di PIR, Kota Serang, Senin (20/6/2016).
Titiek menyindir keinginan Presiden Joko Widodo untuk menekan harga daging hingga Rp80 ribu. "Kalau mau beli daging sekilo Rp80 ribu, berarti belinya di istana (presiden) saja," cetus dia.
Ia menilai ke depan pemerintah harus bisa memprediksi impor daging sapi dari jauh-jauh hari. "Ke depan pemerintah jauh-jauh hari sudah mengimpor daging. Tidak dadakan seperti ini. Akhirnya memang jadi tetap susah untuk ditekan harganya," kata Titiek lagi. (Meghat/dd)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Banten Lama Jadi Tempat Launching Bank Banten
Tinjau Pelabuhan Merak, Komisi V DPR RI Minta 'Zero Accident'