CILEGON, TitikNOL – Anggota Detasemen khusus (Densus) 88 Anti teror Mabes Polri, menyergap empat orang terduga teroris di Simpang Tiga Jalan Lingkar Selatan (JLS) Ciwandan, Kota Cilegon, tepatnya di depan pabrik Semen Merah Putih. Dalam penyergapan tersebut, satu dari empat orang terduga teroris dikabarkan tewas.
Informasi yang diperoleh, sebelum dilakukan penyergapan, empat pelaku yang menggunakan mini bus jenis Avanza warna hitam berusaha kabur dari kepungan petugas. Sempat juga terjadi aksi kejar-kejaran dengan petugas.
Namun saat kendaraan terduga teroris berada di Ciwandan menuju arah Anyer, petugas Densus yang berjumlah lebih dari 10 orang itu sempat mengeluarkan tembakan dan berhasil menghentikan kendaraan yang ditumpangi oleh para terduga.
"Sempat terjadi tembakan oleh petugas Densus 88 yang jumlahnya lebih dari 10 orang. Pelaku yang tewas itu posisinya sudah keluar dari mobil yang mereka gunakan," jelas Maftui, saksi mata dalam kejadian itu, Kamis (23/4/2017).
Maftui menjelaskan, aksi penyergapan itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB siang tadi. “Penangkapan itu sekitar pukul 12 siang tadi ," ungkapnya.
Pantauan di lapangan, Kapolda Banten Brigjen Sigit Listyo Prabowo langsung datang ke lokasi kejadian. Sementara tertuga teroris yang tewas dan rekannya dibawa petugas Densus 88.
"Benar ada kegiatan (penyergapan, red) tapi saya belum bisa ngomong banyak. Nanti ada keterangan resmi," Kapolda singkat. (Ardi/red)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
PPP Gelar Mukernas di Banten
Polisi Tetapkan Suami yang Selingkuh dengan Mertua di Serang Tersangka Perzinahan
Polisi Buru Pemilik Satu Tronton Miras Impor yang Diamankan di Pelabuhan Merak
Ini Kata Pj Gubernur Soal Mahasiswa yang Dapat Tindakan Represif di Paripurna HUT Banten ke23
Oknum Kades Pelaku Pengeroyokan Wartawan Tidak Ditahan, Kuasa Hukum Protes Polisi
Soal Izin Tempat Hiburan Malam, Walikota: Kalau Sekarang Dicabut Kurang Etis