JAKARTA, TitikNOL - Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI Achmad Yurianto membantah telah terjadi korban meninggal dunia akibat kemacetan yang panjang di pintu tol Brebes exit (Brexit) dalam arus mudik lebaran 2016.
Menurut Yuri, pemberitaan adanya korban meninggal dunia sebanyak 13 orang dalam satu hari karena kemacetan parah di pintu tol Brexit merupakan tidak benar. Tetapi, korban-korban tersebut merupakan hasil akumulasi selama tiga hari, selain itu, juga bukan disebabkan karena kemacetan tetapi banyak faktor lain.
"Kejadian tersebut terjadi dalam tiga hari sejak tanggal 3 hingga 5 Juli, di berbagai tempat, dengan
berbagai faktor risiko.
Bukan akibat macet dalam satu hari dan satu tempat yang sama seperti diberitakan sejumlah media," ujar Yuri melalui pers rilis yang diterima awak media, Jakarta, Kamis (7/7/2016).
Ia menjelaskan ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab adanya korban yang meninggal. Seperti, kelelahan dan kekurangan cairan dapat berdampak fatal.
"Apalagi pada kelompok rentan anak-anak, orang tua,
pemudik dengan penyakit kronis (hipertensi, diabetes, jantung) dapat meningkatkan risiko. Ditambah lagi kondisi kabin kendaraan yang relatif sempit serta tertutup dengan pemakaian AC terus menerus akan menurunkan oksigen serta naiknya CO2," tegas Yuri. (Bar/red)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
26 Jenis Daun Tanaman yang Berkhasiat Untuk Obat
Manfaat Bunga Korejat Sebagai Obat Tetes Mata Alami
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Cara Ampuh Mengobati Asam Lambung atau Maag dengan Tepung Sagu
3 Waktu yang Dilarang Hubungan Seks Suami Istri dalam Islam
Mendagri Ingatkan Gubernur Banten Soal Penanganan Penyebaran Covid 19