LEBAK, TitikNOL - Kabar lima ekor kerbau dan seorang pengembala tewas mengenaskan di area persawahan di Kampung Warunggunung RT01/ RW07, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, sekira pukul 14.00 WIB, Jumat (20/8/2021) terus mendapat sorotan tajam dari sejumlah Aktivis Mahasiswa dan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) di Kabupaten Lebak.
Mereka menyebut pihak PT. PLN harus bertanggungjawab terkait peristiwa mengenaskan tersebut hingga menelan korban jiwa dan ternak peliharaan milik warga masyarakat setempat berupa kerbau.
Pasalnya di lokasi kejadian, ditemukan kabel listrik milik PLN menjuntai yang diduga sebagai penyebab tewasnya pengembala dan 5 ekor kerbaunya lantaran tersengat listrik.
Arief Wasekjen Internal PB HMI yang juga mantan ketua umum HMI Cabang Lebak ini mengatakan, polisi harus secepatnya mengusut kejadian yang menimpa salah satu warga Desa Panyaungan Kabupaten Lebak Banten yang meninggal akibat tersengat arus listrik.
"Kejadian tersebut sudah jelas ada kelalaian dalam menggunakan arus listrik,"ujar Arief, Jumat malam (20/8/2021) kepada TitikNOL.
Selain itu, menurut Arief untuk menghindari kejadian ini terulang kembali pihak PLN dan kepala Desa harus bekerja sama memberikan himbauan sosialisasi rutin kepada masyarakat terkait penggunaan aliran listrik.
Sementara itu, Mamik Selamat SE Koordinator Badan Koordinasi (BK) LSM Kabupaten Lebak mengatakan, sudah sedari awal, BK LSM pun terus mengingatkan kepada pihak PLN, termasuk PLN Rayon Rangkasbitung dan PLN UP3 Banten Selatan.
"Kita pernah sampai Audiensi 2 kali, Pertama dengan Rayon, kemudian dengan UP3 Bansel, jawabannya nggak jelas, malah saling lempar, bahkan Pertanyaan kami pun dilempar ke PLN Pusat. Yang kami pertanyakan saat itu, antara lain soal pemeliharaan Jaringan Kabel khususnya tegangan menengah (rabas pohon) dan itu semua selalu dilempar ke PLN pusat jawabnya,"papar Mamik Selamet SE.
Disinggung soal tewasnya seorang pengembala dan lima ekor kerbau karena tersengat aliran Listrik, kata Mamik, seharusnya memang pihak PLN, baik pada masing-masing Posko Jaringan, maupun di masing-masing Area dan Rayon, rutin melakukan Pemeriksaan Jaringan, baik soal Kabel Jaringan yang terganggu oleh Pepohonan, maupun yang kondisinya sudah usang, sehingga ini mengganggu terhadap lingkungan sekitar.
"Bahkan tak hanya di Wilayah Pelosok, bahkan diperkotaanpun, banyak Kabel-kabel yang hingga ke atap rumah warga, bahkan hampir menyentuh tanah, coba aja di cek sepanjang jalan dalam Kota Rangkasbitung, sangat nampak, namun terkesan dibiarkan, padahal jika bicara Keselamatan Ketenaga Listrikan, ini sangat berbahaya".tukas Mamik Selamet.
Terpisah, Agus salah seorang warga Lebak Selatan mengatakan, soal tewasnya pengembala dan kerbaunya merupakan kelalaian. "Ada kelalaian dari pihak PLN dan Vendor sebagai mitra PLN,"tukas Agus. (Gun/TN2)
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
Polisi Tetapkan Suami yang Selingkuh dengan Mertua di Serang Tersangka Perzinahan
Polisi Buru Pemilik Satu Tronton Miras Impor yang Diamankan di Pelabuhan Merak