SERANG, TitikNOL - Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Badan Koordinasi (HMI BADKO) Jaboderabeka-Banten, akan melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Banten.
Aksi tersebut dilakukan, karena masih maraknya praktek korupsi di era kepemimpinan Wahidin Walim - Andika Hazrumy sebagi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.
Sekretaris Jenderal HMI BADKO Jabodetabeka-Banten, Ridho Anhar mengatakan, dugaan praktek korupsi itu bahkan melibatkan sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.
Ridho membeberkan, dugaan korupsi tersebut terjadi pada Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Banten tahun 2017 dan 2018 di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan) Pemprov Banten.
Beberapa dugaan korupsi tersebut di antaranya, proyek pengadaan komputer dan proyek pembebasan 9 titik lahan untuk membangun USB SMKN dan SMAN di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Selain itu kata Ridho, adanya proyek cacat lelang pembangunan jalan dan jembatan di dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta dinas Perumahan dan Permukiman (PERKIM).
“Masih pakai modus lama, potensi kerugian negara sampai 23 Miliar lebih. Itu belum termasuk potensi kerugian negara terkait proyek cacat lelang di Dinas PUPR dan PERKIM soal pembebasan tanah di 6 lokasi,†kata Ridho kepada TitikNOL, saat ditemui di Serang, Senin (1/4/2019).
Dengan adanya dugaan kasus korupsi di Pemerintah Provinsi Banten, Ridho pun mengaku akan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Banten. (Lib/TN1)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Pola Hidup Sehat Ala Atlet
Penyebab Telinga Sakit saat Mengunyah
Sebarkan Malware, Google Hapus Aplikasi Ini di Google Play Store
Tanaman Mirip Lumba-lumba Mini Hebohkan Jepang
Bupati dan Wakil Bupati Lebak Dilantik Gubernur Banten
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Usung Kamera Ganda, Xiaomi Rilis Redmi Note 5 Pro
Si Mungil Namun Besar Manfaatnya