TANGERANG, TitikNOL - Ulah oknum satuan tugas (Satgas) Program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) di Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, disesalkan warga, Rabu (5/12/2018).
Pasalnya, peserta program prona yang seharusnya dibebaskan dari komponen biaya pengukuran bidang tanah, pemeriksaan tanah, pengesahan data fisik dan penerbitan sertipikat yang sudah ditanggung oleh Pemerintah melalui DIPA APBN Kementerian Agaria dan Tata Ruang, justru dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk memungut biaya lebih.
Seperti yang dialamai Suwandi, warga RW 15 Kampung Badodon, Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, itu pun merasa dirugikan oleh oknum satgas Prona diwilayahnya.
Menurut Suwandi, ia harus mengeluarkan kocek sebesar Rp3 juta untuk mengikuti program pemutihan tanah yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.
Namun nahas, setelah persyaratan seperti girik, AJB, PPHTB, dan biaya yang telah dikutip sebesar Rp 3 juta untuk persyaratan telah diserahkan oleh oknum satgas berinisial HN, justru sertipikat yang diharapkan tak kunjung selesai sejak Tahun 2014 silam.
"Hingga kini sertifikat tanah belum ada yang siap, padahal dijanjikan panitia penyelesaian sertifikat dalam waktu secepatnya. Seperti girik, AJB, PPHTB, dan telah dikutip bayaran Rp3 juta per orang. Jadi total lima orang senilai Rp15 juta pada 2014 silam," terang Suwandi.
Suwandi juga menyesalkan atas ulah perangkat desa yang dinilai cuci tangan terkait persoalan warganya mengenai Program Prona yang kini tengah memakan korban sedikitnya 5 warga di Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. (Don/TN3)
Caleg NasDem Wibowo Kritisi Pemkot Serang Soal Penangan Miskin Ekstrem
Isi Jabatan Kosong, Gubernur Banten akan Segera Lakukan Rotasi Mutasi
Manfaatkan Kebijakan Pengapusan Denda Pajak, Warga Lunasi Pajak yang Nunggak 7 Bulan
BPKAD Sebut Pinjaman Daerah Tahap II Senilai Rp4,1 T Tidak Perlu Agreement
Kapolres Serang Resmikan Aula Sarja Aria Rancana dan Gedung Bhayangkari Cabang Serang
Cerita Pilu Korban Tewas KM Orange, Keluarga Minta Kampus IPB Tanggungjawab
Dikalahkan Manchester City, Emery Tak Mau Kritik Pemain Arsenal
Polres Cilegon Imbau Kepada Masyarakat di Anyer Agar Tetap Tenang dan Jangan Panik
Penuh Makna, Seba Baduy 2023 Bicara Tentang Tenggang Rasa Beragama dan Nasionalosme
Kades Mekar Rahayu Tutup Informasi ke Luar Kaitan Pembangunan Kandang Ayam