SERANG, TititkNOL – Masyarakat Kota Serang ketakutan saat melintasi Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang berada di sebelah Carrefour dan Mc Donald's, Kota Serang. Sebab, kondisi JPO itu menghawatirkan untuk dilintasi para pengguna jalan.
Pantauan TitikNOL, fasilitias layanan publik yang disediakan untuk masyarakat itu kini kondisinya sudah tidak layak digunakan. Bahkan, JPO terlihat sudah rapuh, berkarat dan banyak dipenuhi lubang.
Reka Putry, masyarakat Kota Serang yang ditemui TitikNOL di lokasi mengaku khawatir jika harus melintasi JPO tersebut. Bahkan karena kondisinya yang sudah mengkhawatirkan, ia terpaksa membatalkan niatnya untuk naik di jembatan penyebrangan orang itu.
"Takut mas liat aja, lantainya kaya gitu (Bolong -bolong dan rapuh)," kata Reka yang terpaksa turun kembali setelah melihat kondisi JPO, Kamis (27/9/2018).
Bukan hanya Reka, warga lainnya bernama Andin, juga enggan menggunakan JPO itu. Mahasiswi yang sering melintasi kawasan tersebut justru lebih memilih menggunakan penyebrangan jalan biasa yang berada di lampu merah Ciceri, Kota Serang.
"Saya gak mau make JPO, udah gak layak itu. Lebih baik saya melewati jalan raya daripada jatuh dari atas jembatan," keluh Andin.
Andin berharap agar JPO tersebut segera mendapatkan perbaikan dari pihak terkait. Sebab, ia merasa rishi dengan kondisinya yang semakin hari semakin menghawatirkan.
"Harapannya segera diperbaiki, supaya juga masyarakat mau menggunakannya. Kan percuma kalau ada juga tapi kondisinya seperti itu," harapnya. (Tolib/TN3)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
Polisi Tetapkan Suami yang Selingkuh dengan Mertua di Serang Tersangka Perzinahan
Polisi Buru Pemilik Satu Tronton Miras Impor yang Diamankan di Pelabuhan Merak
Ini Kata Pj Gubernur Soal Mahasiswa yang Dapat Tindakan Represif di Paripurna HUT Banten ke23