SERANG, TitikNOL – Perhatian Pemerintah Provinsi (Pempov) Banten terhadap perkembangan pendidikan non formal terus dimaksimalkan. Salah satunya dengan menggelontorkan anggaran sekitar Rp5 miliar di 2015 kepada Balai Pelayanan Pendidikan Non Formal (BPPNF) Dinas Pendidikan Provinsi Banten.
Sejatinya, anggaran yang digelontorkan itu beberapa di antaranya dimanfaatkan untuk pengembangan potensi di sektor pendidikan non formal. Namun nyatanya, anggaran itu diduga malah dimanfaatkan oleh oknum yang ada di BPPNF untuk kepentingan sendiri.
Dikatakan Muhamad Fahri, salah satu aktivis di Banten, bahwa besarnya anggaran yang dialokasikan untuk BPPNF, tidak semuanya teralokasikan sesuai dengan aturan yang semestinya.
Dirinya mencontohkan, beberapa kegiatan seperti pengadaan langsung untuk kebutuhan balai, diduga malah dimanfaatkan oleh oknum untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya.
“Saya mensinyalir adanya permainan dari oknum yang ada di BPPNF dalam menjalankan sejumlah kegiatan di balai yang dibiayai dari dana APBD Banten,” ujar Fahri kepada wartawan, Kamis (12/5/2016).
Ia pun mengaku, hal itu sesuai dengan penelusuran yang sudah dilakukannya di beberapa kegiatan yang dikelola oleh BPPNF Banten. Dirinya pun meminta, agar aparat hukum mengusut dugaan korupsi yang ada di BPPNF Banten. (red)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
Polisi Tetapkan Suami yang Selingkuh dengan Mertua di Serang Tersangka Perzinahan
Polisi Buru Pemilik Satu Tronton Miras Impor yang Diamankan di Pelabuhan Merak
Ini Kata Pj Gubernur Soal Mahasiswa yang Dapat Tindakan Represif di Paripurna HUT Banten ke23