SERANG, TitikNOL - Kepala Bappeda Banten, Hudaya Latuconsina, mengatakan, saat ini Provinsi Banten memiliki 27 desa yang berada dalam zona merah kemiskinan yang membutuhkan perhatian khusus.
"Tersebar di semua kabupaten dan kota. Paling tinggi berada di Pandeglang kemudian Lebak," kata Kepala Bappeda Banten, Hudaya Latuconsina, kepada wartawan, Senin (13/6/2016).
Menurut Hudaya, data yang bersumber dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Banten itu, salah satunya berada di Desa Batu Kuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 11 ribu jiwa, 791 jiwa di antaranya dalam kategori sangat miskin.
Dari 791 jiwa itu, sebanyak 257 tidak pernah bersekolah, lalu 428 nya tidak memiliki tempat pembuangan tinja. Sedangkan dari angka 11 ribu jiwa itu, sebanyak 1.158 jiwa tidak bekerja dan sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) belum teraliri listrik.
"Perkiraan saya, dari 27 desa, tidak sampai 200 ribu KK mengalami persoalan ekonomi. Dibutuhkan komitmen kuat dari kepala SKPD, seperti Dindik, Dinkes, Disnaker, Distamben yang akan terlibat dalam penanggulangan kemiskinan ini," terangnya.
Selain itu, Banten pun memiliki angka pengangguran mencapai 9,55 persen dari jumlah penduduk yang berjumlah 12 juta jiwa.
"Sekarang ada 9,55 persen jumlah penganggur. Pertumbuhan ekonomi Banten sendiri berada di kisaran lima persen," jelasnya.
Perlu diketahui bahwa Banten memiliki empat kabupaten, empat kota, 154 kecamatan, 262 kelurahan dan 1.273 desa. (Meghat/rif)
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Banyak KTP Ganda Menjelang Pilkada, DPR Panggil Dirjen Dukcapil
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Banten Lama Jadi Tempat Launching Bank Banten
Tinjau Pelabuhan Merak, Komisi V DPR RI Minta 'Zero Accident'