SERANG, TitikNOL - Konsumen barang dan jasa di Banten bisa mengajukan sengketa terhadap penjual ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Wilayah Kerja Provinsi (WKP) II Banten, jika ditemukan perselisihan yang tidak bisa diselesaikan kedua belah pihak.
Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengajuan Keberatan atas Putusan BPSK, disebutkan, konsumen maupun penjual nantinya bisa membawa perkara keberatan untuk diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) jila masih belum puas sebagai upaya hukum.
Ketua BPSK WKP II Banten Suguri mengaku telah berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri (PN) Serang terkait antisipasi potensi keberatan yang muncul dari konsumen atau pelaku usaha.
“Kepentingan kami koordinasi ke PN Serang berkaitan dengan antisipasi jika ada keberatan, baik dari konsumen atau pelaku usaha, atas putusan BPSK,” ujar Ketua BPSK WKP II Banten Sugiri saat bertemu dengan Ketua PN Serang Yunto Safarilloh di ruang kerja Ketua PN Serang, Kamis (23/01/2025).
Sugiri menerangkan, BPSK dalam menyelesaikan sengketa antara konsumen dan pelaku usaha melalui tiga cara yakni, konsiliasi, mediasi, dan abritrase.
Terkait hal ini, Ketua PN Serang Yunto Safarilloh menyampaikan sejumlah perkara sengketa konsumen yang ditangani PN Serang.
“Ada beberapa yang sudah kami tangani, saya juga pernah menangani perkara BPSK,” ujar Yunto.
Dia berharap kerja-kerja BPSK dapat memberikan kepuasan kepada para pihak yang bersengketa.
“Harapannya jika ada sengketa bisa selesai di BPSK, tidak perlu ke pengadilan,” tutur Yunto. Ditambahkan, hendaknya dalam penyelesaian sengketa jalur mediasi lebih diutamakan.
Diinformasikan, BPSK Provinsi Banten periode 2024-2029 dibentuk pada Agustus 2024 terbagi dalam dau wilayah kerja, yakni WKPI I meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selaran. Kemudian WKP II meliputi Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kota Serang.
Di awal tahun 2025 ini, BPSK WKP II Banten telah menerima 3 pengaduan atau permohonan sengketa konsumen yang berkaitan dengan produk barang dan jasa. Sementara pada tahun 2024 jumlah yang masuk sebanyak 7 pengaduan, namun kebanyakan berkaitan dengan sektor jasa keuangan yang bukan merupakan wewenang BPSK dalam penyelesaian sengketanya. (RZ/TN)
18 Agustus 1945 - UUD Negara Republik Indonesia Disahkan dalam Sidang PPKI
Video Pasangan Remaja Berbuat Mesum diduga di Banten Viral di Medsos
Tempat Kuliner Pizza Italia Terbaik Hadir di Kota Cilegon
Khasiat Minum Air Asam Jawa untuk Kesehatan
Ini Nama Pejabat Banten yang Dipanggil Kejati Terkait Dugaan Korupsi RSJ Tahap I
PPP Gelar Mukernas di Banten
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap di Bandara Selandia Baru Cuma Gara-gara Ini
Cara Meracik Obat Perangsang Wanita Secara Alami
Polisi Tetapkan Suami yang Selingkuh dengan Mertua di Serang Tersangka Perzinahan
Polisi Buru Pemilik Satu Tronton Miras Impor yang Diamankan di Pelabuhan Merak